warning: Creating default object from empty value in /home/akarpxgi/public_html/web/doktermaya/modules/taxonomy/taxonomy.pages.inc on line 33.

Anak

Anak

Makan Cukup Kok Tak Jadi 'Daging'?

Submitted by fery on Tue, 12/20/2011 - 10:36

Di usia 6 tahun, badan Dido, sebut saja begitu, tidaklah "sesehat" teman-temannya. Anak ini tetap saja kurus walaupun sang ibu sudah berusaha menjejalinya dengan aneka makanan dengan gizi berlimpah. Apa yang salah ya?

Sebelum bicara lebih jauh mengenai kemampuan penyerapan tubuh, dr. Hadjat S. Digdowirogo, SpA ., dari Bagian Gastro Hepatologi, RS Medika Permata Hijau, Jakarta mengingatkan, "Bagaimana pertumbuhan anak setelah lahir tidak lepas dari bagaimana kondisinya selama dalam kandungan. Bila dalam kandungan pertumbuhannya bagus, maka setelah lahir pun diharapkan pertumbuhannya optimal, termasuk refleks isap yang akhirnya berpengaruh pada alat-alat pencernaannya."

Jadi, optimal atau tidaknya pertumbuhan anak, tergantung pada banyak faktor. Makanan hanyalah salah satu di antaranya.

ANABOLISME VS KATABOLISME

Obat Tradisional Pengusir Demam

Submitted by fery on Mon, 12/19/2011 - 10:05

S ebagai langkah pertolongan pertama, obat tradisional dapat diandalkan untuk mengatasi demam.

Banyak orangtua panik, bila mendapati suhu tubuh anaknya di atas rata-rata atau sering disebut demam. Sebagai pertolongan pertama, umumnya diberikan obat penurun panas yang berbahan dasar kimia seperti golongan parasetamol, asam salisilat, ibuprofen, dan lain-lain. Jarang sekali orangtua yang langsung teringat untuk memberikan obat-obatan tradisional.

Tips Membuat Anak Mau Sikat Gigi

Submitted by fery on Mon, 12/19/2011 - 09:58

Sudah banyak penelitian mengatakan, pentingnya menjaga kesehatan gigi. Dipercaya bahwa dengan menjaga kesehatan gigi berarti juga menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan.

Karenanya pelajaran sejak dini untuk minimal sikat gigi dua kali sehari sesudah sarapan dan sebelum tidur amatlah penting.

Namun, hambatan datang dari si anak karena malas atau lebih memilih melakukan aktifitas lain. Untuk mengatasinya drg. Ratu Mirah Afifah GCClinDent., MDSc memberikan tipsnya untuk Anda.

"Tidak hanya menyuruh tapi harus ada contoh dan dibumbui cerita yang menarik. Misalkan si ayah, yang berpura-pura menjadi kakek yang giginya copot semua, 'Nanti kalo ga sikat gigi cepet jadi kakek lho'."

Ratu Mirah yang juga bekerja di PT Unilever Indonesia, mengatakan itulah yang dibuat Pepsodent dalam iklannya untuk mengedukasi masyarakat.

Atasi Segera Bila Si Kecil Tersedak

Submitted by fery on Thu, 12/15/2011 - 09:26

P asalnya, bisa berbahaya bila akibat tersedak, muntahannya masuk ke paru-paru.

"Tersedak terjadi bila ada sesuatu, baik cairan atau benda padat yang masuk ke jalan napas," terang dr. H Adi Tagor, SpA, DPH dari RS Pondok Indah, Jakarta. Umumnya, tersedak sering terjadi pada bayi-bayi di bawah usia 6 bulan. Sebab, setelah usia 6 bulan, refleks menelannya sudah lebih baik. "Rongga napasnya juga sudah lebih besar, hingga sudah bisa mengatur jalannya udara, cairan atau makanan padat yang masuk ke mulut. Makanya, mereka jarang terkena tersedak."

Reaksi dari tersedak, lanjut Adi, bisa memancing muntah pada bayi. Awalnya disertai batuk-batuk untuk mengeluarkan sesuatu dari jalan napas, yang akhirnya menimbulkan refleks muntah. Nah, karena muntah ini, bayi bisa tersedak berkali-kali.

PENYEBAB

Ada sejumlah penyebab bayi tersedak, yaitu:

1. Bayi tak disendawakan

Merangsang pengalaman intelektual Bayi dan Anak

Submitted by fery on Mon, 12/05/2011 - 09:51

Kecerdasan memang benar berasal dari faktor gen, tetapi selain itu keadaan lingkungan juga sangat membantu dalam mengembangkan kecerdasan anak. Lingkungan yang mendukung, menstimulasi, dan membiasakan anak untuk belajar akan membantu meningkatkan kecerdasan anak nantinya.

Banyak orang tua betanya-tanya “kapan pembelajaran untuk anak-anak mereka dimulai? apakah jika saya mengajarkan terlalu banyak hal kepada bayi saya, dia bisa menjadi bosan di sekolah nantinya?”…

Ayah…Bunda… abaikan segala pertanyaan itu, dan berikan sebanyak mungkin pengalaman belajar, dari masa bayi hingga seterusnya. Tapi ingat,,,memberikan pengalaman belajar kepada seorang bayi bukan berarti memaksanya untuk menghafalkan angka-angka atau warna-warna. Memberikan pengalaman belajar kepada seorang balita bukan berarti memaksanya untuk duduk manis di dalam kelas layaknya anak-anak usia sekolah.

Cara Gampang Merawat Kulit Bayi dan Balita

Submitted by fery on Tue, 11/29/2011 - 09:09

Berbagai gangguan kulit pada bayi dan balita seperti biang keringat, eksim popok, dan eksim susu sebenarnya bisa diatasi bila orang tua rajin menjaga kesehatan kulit. Caranya dengan rajin mengganti popok, memilih bahan pakaian yang lembut, serta menjaga udara kamar agar tetap sejuk dan nyaman.

Berbeda dengan kulit dewasa yang tebal dan mantap, kulit bayi dan balita relatif tipis dengan ikatan antarsel yang longgar. Karena itu kulit anak lebih rentan terhadap infeksi, iritasi, dan alergi. Secara struktural kulit bayi dan balita belum berkembang dan berfungsi optimal sehingga diperlukan perawatan khusus.

Perawatan yang lebih menekankan pada pemeliharaan kulit ketimbang dekorasi ini diharapkan bisa meningkatkan fungsi utama kulit sebagai pelindung dari pengaruh luar tubuh.

Tanda dan Gejala Stres Pada Anak

Submitted by fery on Mon, 11/07/2011 - 17:53

Gejala stres pada anak sangatlah tidak mudah untuk dikenali. Secara umum tanda-tanda atau gejala stres pada anak dikelompokkan dalam beberapa kategori :

1. Gejala fisik
Seperti mengompol, susah tidur, napsu makan menurun, sakit perut, gagap, mimpi buruk dan sakit kepala.

2. Gejala emosi
Ditandai dengan rasa bosan, takut, menangis, tidak adanya keinginan untuk berpartisivasi pada kegiatan di sekolah atau di rumah, marah, kebiasaan berbohog, mengasari teman, bereaksi secara berlebihan terhadap hal-hal yang kecil, dan perubahan yang drastis terhadap penampilan akademik.

3. Gejala kognitif
Tunjukkan melalui ketidakmampuan berkonsentrasi atau menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan sekolah, dan suka menyendiri dalam waktu yang lama.

4. Gejala tingkah laku

Radang Tenggorok pada Anak

Submitted by kennia on Mon, 11/03/2008 - 22:35

Berbagai penyakit langganan anak balita seperti demam, batuk, pilek, diare tidak perlu dicemaskan. Berbagai penyakit ini merupakan penyakit ringan yang justru merupakan proses berlatih daya tahan anak.
Melalui berbagai penyakit ini anak akan semakin kuat. Ketika memasuki usia sekolah, anak semakin jarang sakit.

Empat Infeksi Kulit yang Sering pada Anak

Submitted by kennia on Mon, 11/03/2008 - 22:28

Hampir semua anak pernah mengalami gangguan kulit, dari sekedar bentol hingga alergi kulit yang parah. Dan hampir semua anak pernah mengalami infeksi kulit akibat kuman, dari bisul hingga kutil. Kapan anda waspadai dan perlukah ke dokter?

Infeksi adalah masuknya kuman yang menyebabkan gangguan pada tubuh kita. Karena adanya kuman, tentunya infeksi merupakan penyakit yang bisa berpindah alias menular. Anak-anak dengan ciri khasnya bermain dan berinteraksi termasuk kelompok yang rentan tertular meski sebesar apapun usaha anda menjaganya.

Cara Cepat Atasi Penyakit Anak

Submitted by kennia on Mon, 11/03/2008 - 22:26

Berikut ini trik penting yang harus diketahui oleh para orangtua. Mulai dari sengatan lebah, terbakar sinar matahari, sampai kecelakaan dan penyakit-penyakit anak.
1. Hidung tersumbat
Caranya: Larutkan seperempat sendok teh garam ke dalam setengah gelas air hangat dan masukkan larutan tadi ke dalam botol semprotan hidung. Teteskan dua kali pada kedua lubang hidung dan minta anak untuk menghembuskan hidungnya pada sehelai tisu. Bila anak masih terlalu kecil dan belum dapat menghembus, gunakan sedotan khusus untuk mengeluarkan ingus yang menyumbat.

Syndicate content
© 2008 Akar Prima Nusantara Drupal theme by Kiwi Themes.