warning: Creating default object from empty value in /home/akarpxgi/public_html/web/doktermaya/modules/taxonomy/taxonomy.pages.inc on line 33.

Bayi

Bayi

Madu dan Manfaatnya Bagi Kesehatan Ibu dan Anak

Submitted by fery on Tue, 07/03/2012 - 08:31

MADU adalah makanan yang mengandung aneka zat gizi seperti karbohidrat, protein, asam amino, vitamin, mineral, dekstrin, pigmen tumbuhan dan komponen aromatik. Bahkan dari hasil penelitian ahli gizi dan pangan, madu mengandung karbohidrat yang paling tinggi diantara produk ternak lainnya seperti susu, telur, daging, keju dan mentega sekitar (82,3% lebih tinggi). Setiap 100 gram madu murni bernilai 294 kalori atau perbandingan 1000 gram madu murni setara dengan 50 butir telur ayam atau 5,675 liter susu atau 1680 gram daging. Dari hasil penelitian terbaru ternyata zat-zat atau senyawa yang ada di dalam madu sangat komplek yaitu mencapai 181 jenis.

Buah Untuk Makanan Bayi

Submitted by fery on Tue, 03/27/2012 - 10:14

Ada banyak sekali buah untuk makanan bayi didunia ini, tapi hanya ada beberapa yang terbaik, berikut adalah 3 buah yang paling cocok digunakan sebagai makanan bayi anda :
Alpukat
Buah ini Sering disebut sebagai salah satu makanan yang paling sempurna dari alam karena mereka dikatakan mengandung segala sesuatu yang dibutuhkan seseorang untuk bertahan hidup. Cobalah gunakan buah alpukat sebagai makanan pertama bayi bukan sereal olahan

Alpukat adalah buah untuk makanan bayi yang sangat bermanfaat. Alpukat dapat ditawarkan pada pada si bayi ketika berumur 4 - 6 bulan. Bayi memerlukan karbohidrat, dan lemak serta protein untuk pertumbuhan selama tahun pertama dan bahkan ke tahun kedua. Ya, Alpukat memang penuh lemak! Tapi jangan khawatir tentang kandungan lemak dari buah alpukat, bayi TIDAK harus "rendah lemak". Bayi memerlukan lemak dalam makanan mereka untuk pertumbuhan dan perkembangan .

Agar Bayi Pintar, Kasih Susu Tak Perlu Dijadwal

Submitted by fery on Mon, 03/26/2012 - 09:52

Jakarta, Meskipun lebih merepotkan, ibu sebaiknya tidak perlu menerapkan jadwal dalam memberikan susu kepada bayinya. Sebuah penelitian dari Oxford menegaskan bahwa bayi yang diberi ASI atau susu botol sesuai jadwal prestasi akademiknya tidak sebaik bayi yang diberi susu hanya ketika meminta susu.

Temuan ini berdasarkan hasil tes IQ dan tes prestasi yang dilakukan pada anak berusia 5 - 14 tahun. Ini menunjukkan bahwa pemberian susu sesuai permintaan berkaitan dengan nilai IQ yang lebih tinggi. Nilai IQ anak berusia 8 tahun yang diberi susu sesuai permintaan 4 - 5 poin lebih tinggi dibandingkan anak yang diberi susu sesuai jadwal semasa bayi.

Bayi Alergi Susu Sapi Jangan Langsung Diberi Susu Kedelai

Submitted by fery on Thu, 02/23/2012 - 10:40

Jakarta, Air susu ibu (ASI) memang makanan terbaik untuk bayi, tapi beberapa alasan medis dapat menyebabkan seorang ibu tak bisa memberikan ASI. Susu sapi pun sering menjadi pilihan namun seringkali menyebabkan alergi. Jika sudah begitu, jangan buru-buru memberikan susu kedelai untuk bayi.

"Yang terbaik untuk bayi tetaplah ASI, tapi ada alasan medis yang membuat ibu tidak bisa memberikan ASI seperti minum obat jangka panjang seperti obat TBC (tuberkulosis). Nah, karena bayi hanya bisa menghisap dan menelan maka diberilah susu pengganti. Dan semakin proteinnya mendekati dengan protein manusia, dipilihlah susu sapi," jelas DR Dr Luciana B Sutanto, MS, SpGK, Dosen Departemen Ilmu Gizi FKUI-RSCM, dalam acara temu media di Hong Kong Cafe, Jakarta, Selasa (21/2/2012).

Tapi karena protein susu sapi lebih tinggi dibandingkan ASI (protein manusia), maka susu sapi sering menyebabkan alergi pada bayi.

Salah Beri Makan Bayi Bisa Berakibat Kematian

Submitted by fery on Wed, 02/22/2012 - 11:15

Konsultan Nutrisi Departemen Ilmu Penyakit Anak FKUI-RSCM, Damayanti R Sjarif mengatakan pemberian makanan yang salah pada bayi dan balita bisa menjadi salah satu faktor penyebab kematian.

Konsultan Nutrisi Departemen Ilmu Penyakit Anak FKUI-RSCM, Damayanti R Sjarif mengatakan pemberian makanan yang salah pada bayi dan balita bias menjadi salah satu faktor penyebab kematian.

"Karena itu, praktik pemberian makan yang benar pada bayi dan balita bisa berperan dalam menurunkan angka kematian balita," kata Konsultan Nutrisi Departemen Ilmu Penyakit Anak FKUI-RSCM Damayanti R Sjarif di Jakarta, di Jakarta, Selasa usai memberikan materi dalam acara pelatihan bagi kader Posyandu kerja sama SUN dari ICBP Divisi Nutrisi dan Makanan Khusus, Dokter Anak Indonesia dan Tim Penggerak PKK DKI Jakarta.

Damayanti Sjarif menjelaskan, sebagian besar penyebab kematian balita ada kaitannya dengan gizi kurang atau gizi buruk akibat praktik pemberian makan yang tidak benar pada masa bayi.

Menentukan Makanan yang Cocok untuk Bayi.

Submitted by fery on Mon, 02/20/2012 - 10:06

Banyak ibu muda, khususnya yang baru pertama kali mengalami memiliki buah hati, mengalami kerancuan dan kebingungan dalam memilih makanan bayi yang paling tepat dan bagaimana cara yang benar pemberiannya. Tidak sedikit ibu muda yang telah melakukan konsultasi malah semakin bingung, karena jawaban dari masing-masing pihak berbeda.

Makanan, selain menjadi sumber bahan bakar energi pada tubuh manusia, seperti kita ketahui, makanan juga sebagai faktor penunjang untuk tumbuh kembang tubuh anak, pada khususnya bayi. Dimana siklus pertumbuhan bayi sangatlah pesat.

Dari paska lahir, berat bayi yang mencapai rata-rata 3 kg, dalam kurun waktu satu tahun pertumbuhannya bisa mencapai sekitar 9 kg. Oleh karena itu, sangatlah penting pemberian makanan pada bayi harus memenuhi syarat kebutuhan gizi.

Efek Bunyi-bunyian Pada Bayi

Submitted by fery on Mon, 01/30/2012 - 11:14

Banyak orang menduga, perkembangan otak janin sangat dipengaruhi oleh kejadian di luar rahim. Misalnya, jika Anda suka bernyanyi dan memainkan musik, kelak si kecil akan “ingat” musik tersebut.
Inteligensi merupakan hal yang kompleks. Karena itu, sampai sekarang, belum ada bukti bahwa musik secara langsung dapat merangsang otak janin sehingga kelak bisa punya IQ tertentu. Yang jelas, sekitar 60–80% dari kecerdasan seseorang biasanya diturunkan secara genetik.

Namun, si kecil yang terbiasa mendengar musik klasik yang tenang, memang cenderung menjadi anak yang tenang. Ia juga mudah untuk tertidur nyenyak.

Dan, tidur lelap ini ada hubungannya dengan perkembangan otak. Menurut beberapa penelitian, sel saraf di otak akan tumbuh pesat ketika anak tidur. Jika ia tidur cukup dan tenang. Perkembangan otak pun jadi maksimal.

Pada usia 3-6 bulan, bagian otak anak yang membantunya mengatasi dan mengontrol emosi mulai tumbuh. Ia pun menikmati interaksi dengan orang lain.

Saat bayi Anda Tumbuh Gigi

Submitted by fery on Fri, 01/27/2012 - 10:33

Bayi mungil Anda tiba-tiba menjadi suka menggigit-gigit semua benda dan meneteskan air liur ? Belum lagi membuat Anda harus bangun sepanjang malam untuk menggendong dan menenangkannya? Yang membuat Anda lebih panik adalah badannya juga terasa hangat. Jika Anda mengalami tanda – tanda seperti di atas tadi, mungkin saja bayi Anda sedang mengalami tumbuh gigi pertama.
Gigi yang sehat sangat penting bagi kesehatan anak secara keseluruhan. Gigi mulai terbentuk di bawah gusi saat bayi Anda masih di dalam kandungan. Gigi pertama biasanya tumbuh saat bayi berumur 5 - 7 bulan, namun hal ini bisa berbeda untuk tiap bayi. Biasanya gigi pertama baru tumbuh pada usia 1 tahun. Gigi seri bawah biasanya tumbuh lebih dahulu, diikuti oleh gigi seri di atas 4 - 8 minggu kemudian.

Tak Ada yang Bisa Gantikan Imunisasi, ASI Sekalipun

Submitted by fery on Wed, 01/18/2012 - 12:27

Tidak ada satupun badan penelitian di dunia yang menyatakan bahwa Air Susu Ibu (ASI), gizi, suplemen herbal bisa menggantikan imunisasi.

Demikian diungkapkan Sekretaris Satgas Imunisasi Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia (PP IDAI) dr. Soedjatmiko, SpA(K), MSi di Jakarta lewat surat elektronik.

Soedjatmiko menyebutkan bahwa ASI, gizi, suplemen herbal, kebersihan, hanya memperkuat pertahanan tubuh secara umum dan tidak membentuk kekebalan spesifik terhadap kuman tertentu. Kekebalan yang dibentuk berbeda satu sama lain.

Kalau jumlah kuman banyak dan ganas, perlindungan umum tidak mampu melindungi bayi, sehingga masih bisa sakit berat, cacat atau mati.

Imunisasi merangsang pembentukan antibodi dan kekebalan seluler yang spesifik terhadap kuman-kuman atau racun kuman tertentu, sehingga bekerja lebih cepat, efektif dan efisien untuk mencegah penularan penyakit yang berbahaya.
(sehatnews.com)

Lima Makanan Terbaik untuk Bayi

Submitted by fery on Tue, 01/17/2012 - 09:54

MENU makanan sehat memang dibutuhkan semua orang, termasuk bayi. Sejalan dengan masa pertumbuhan orangtua wajib untuk memenuhi segala macam nutrisi yang dibutuhkan untuk si kecil. Dikutip dari Ninemsn.com, berikut jenis makanan yang sangat baik dikonsumsi untuk anak Anda:

1. Brokoli
Si hijau yang bermanfaat ini memang menjadi salah satu super food. Brokoli mengandung banyak vitamin, seperti vitamin C dan vitamin K, dan mineral yang dapat membantu untuk menangkal kerusakan sel. Para peneliti dari John Hopskin University yang dilansir dalam iloveindia.com, brokoli juga menjadi sumber alami asupan asam folat yang dapat membantu mencegah penyakit hati.

2. Ubi Jalar
Ubi jalar mengandung kalium, vitamin C, serat, folat, vitamin A, kalsium, dan zat besi. Pengolahan ubi jalar sangat beragam. Dari digoreng, dipanggang, direbus, sampai dikukus, jenis bahan makanan ini sangat menggoda dari sensasi manis yang ditawarkan.

3. Sereal

Syndicate content
© 2008 Akar Prima Nusantara Drupal theme by Kiwi Themes.