warning: Creating default object from empty value in /home/akarpxgi/public_html/web/doktermaya/modules/taxonomy/taxonomy.pages.inc on line 33.

Anak

Anak

Konsep Anak Pintar yang Perlu Diketahui Orangtua

Submitted by fery on Mon, 07/16/2012 - 11:04

"Anakku dapat nilai 95 lho, di pelajaran Matematikanya. Dia memang anak pintar," ujar seorang ibu yang bangga dengan prestasi anaknya di depan para ibu-ibu lainnya.

Sudah bisa dibayangkan bagaimana tanggapan para ibu-ibu yang lainnya yang pasti akan ikut menceritakan prestasi atau angka keberhasilan putra putrinya terhadap ibu-ibu yang lain.

Hal ini sudah menjadi fenomena umum yang dilakukan oleh ibu-ibu ketika mereka mempunyai waktu luang untuk sekedar menyapa, berbincang atau berbagi pengalaman.

Salah satu topik dan tema perbincangan tentu saja berputar sekitar keseharian dan kehidupan mereka, terutama tentang putra dan putri mereka, perkembangan mereka, kenakalan mereka, dan prestasi mereka.

Mempunyai anak pintar adalah sebuah kebanggaan bagi keluarga. Kepintaran tersebut biasanya diukur dengan perolehan nilai putra putri mereka di bidang akademis.

Meningkatkan Ketertarikan Anak Belajar

Submitted by fery on Mon, 07/02/2012 - 10:48

Mendidik anak belajar cukuplah sulit. Kadang kita butuh kesabaran yang lebih untuk membuat anak kita mengerti bagaimana pentingnya belajar.

Belajar bagi anak, terutama anak kecil, haruslah menyenangkan dan tanpa tekanan sehingga anak akan lebih mudah menyerap pelajarannya dan lebih mudah menerima kalau belajar sebenarnya sangat di perlukan.

Membuat suasana belajar yang menyenangkan untuk anak memang harus diakui tidaklah mudah. Diperlukan kegiatan yang persuasif dan sesuai dengan ketertarikan si anak sehingga anak dapat dengan mudah diajak untuk belajar.

Lingkungan yang kondusif sangatlah berpengaruh pada niat anak belajar. Jika lingkungan nya di bentuk sedemikian rupa sehingga dapat menumbuhkan rasa penasaran si anak, pasti anak dapat dengan mudah diajak untuk belajar.
Pergaulan pun sangatlah berpengaruh pada pertumbuhan niat belajar anak. Dengan teman-teman yang aktif, anak akan dapat dengan mudah ikut tertarik pada sesuatu sehingga ia dapat dengan mudah mulai belajar.

7 Langkah Membangun Jantung Sehat pada Anak

Submitted by fery on Wed, 05/02/2012 - 13:06

Jakarta, Sekarang ini semakin banyak anak yang berisiko memiliki kolesterol tinggi dan diabetes tipe 2 yang merupakan faktor risiko penyakit jantung. Tapi penelitian di Australia baru-baru ini menyatakan bahwa perubahan gaya hidup yang dibuat sejak masih anak-anak seperti olahraga teratur dan mengontrol berat badan, cenderung mengurangi risiko penyakit jantung di kemudian hari.

"Faktor risiko penyebab penyakit jantung dimulai sejak usia dini. Ubahlah gaya hidup anak Anda mulai dari sekarang untuk mempersiapkan tubuh yang sehat ketika dewasa," kata Robert W. Morrow, MD, direktur medis dari University of Arkansas for Medical Sciences College of Medicine di Little Rock.

Berikut adalah cara untuk membangun jantung sehat pada anak Anda seperti dikutip dari ivillage, Selasa (1/5/2012), antara lain:

1. Berpikir Kreatif

Agar Anak Aman bersama Binatang Peliharaan

Submitted by fery on Mon, 03/12/2012 - 10:57

KOMPAS.com - Sebagian anak sangat suka binatang, sementara binatang sendiri terkadang menganggap anak-anak sebagai suatu ancaman. Itu sebabnya, seringkali terjadi anak-anak tiba-tiba digigit binatang peliharaan yang selama ini tampaknya begitu jinak dan patuh.

Tidak seperti orang dewasa yang mengerti untuk tidak mengganggu "wilayah kekuasaan" anjing atau kucing (baik milik sendiri maupun orang lain), anak-anak tidak kenal takut untuk mengelus, menepuk, bahkan menarik telinga binatang-binatang ini.

Sebenarnya, reaksi menggigit atau mencakar yang dilakukan oleh anjing atau kucing itu bukan karena hewan ini tidak patuh dan galak. Menurut Rebecca Ledger, clinical ethologist dari Vancouver, Kanada, yang meneliti seputar perilaku binatang, reaksi itu dilakukan karena binatang merasa kesakitan atau ketakutan. Nah, agar anak-anak bisa bermain dan bergerak di lingkungan yang memelihara binatang, orangtua sebaiknya melakukan beberapa hal berikut:

Waspadai Bullying pada Remaja

Submitted by fery on Mon, 03/05/2012 - 10:02

Bullying atau kekerasan yang dialami anak, bahkan remaja sekalipun seakan sudah menjadi kebiasaaan dan kewajaran, hal ini jelas amat menghawatirkan. Kekerasan yang dialami remaja bukan hanya menyasar pada fisik namun juga psikologis
kekerasan yang dilakukan oleh sesama remaja banyak dijumpai di ruang publik di jalan raya, perumahan, kampus bahkan sekolah, bahkan ditempat terakhir ini kekerasan menjadi masalah yang sangat serius.

Kekerasan yang dilakukan oleh remaja yang demikian menghawatirkan ini disinyalir banyak dipengaruhi oleh contoh buruk orang tua dan tayangan televisi yang seringkali menayangkan adegan-adegan kekerasan

Bila dahulu bullying terjadi berupa pemukulan, penghinaan dengan kata-kata kasar dan sebagainya yang bisa saja hanya berlangsung di sepanjang koridor sekolah, namun kini bullying bisa dilakukan diberbagai media dunia maya (internet) termasuk media jejaring sosial

Kanker juga Mengancam Anak

Submitted by fery on Mon, 02/27/2012 - 09:53

KEGANASAN penyakit kanker bukan hanya mengincar orang dewasa, namun juga anak-anak. Kelucuan mereka saat bermain, segera terhapus akibat ancaman kanker yang tidak mengenal usia.

Ancaman akan bahaya kanker terhadap anak-anak itu kembali diingatkan bertepatan dengan peringatan Hari Kanker Anak sedunia yang diperingati setiap tanggal 15 Februari. Hal tersebut bukan serta merta sebagai ajang peringatan, namun sebagai bahan kajian bahwa kasus kanker anak yang kian meningkat dari tahun ke tahun.

Dikutip dari health.com, dari penelitian pada tahun 2007 saja diperkirakan keseluruhan kanker menyerang anak-anak sebanyak 2-4 persen, dan kanker menyumbang kematian pada anak sekitar 10 persen.

Beragam penyebab kanker yang ditemui pada anak. Kanker yang menyerang bayi sejak dilahirkan, diduga disebabkan oleh penyimpangan pertumbuhan sel akibat cacat genetika dalam janin.

Mencermati Pola Makan dan Gizi Anak

Submitted by fery on Fri, 02/24/2012 - 11:09

Kompleksitas pemberian gizi pada anak dan kepastian keamanan pangan yang dikonsumsi anak-anak senantiasa menjadi sorotan berbagai pihak mulai dari orang tua, guru, pakar kesehatan anak bahkan institusi pemerintah terkait.

Menurut Roy Sparingga, M.App,Sc, Deputy III, BPOM dalam sebuah diskusi ilmiah yang digelar fontera beberapa waktu lalu, diperlukan strategi yang tepat guna mewujudkan dan menjaga keamanan, mutu dan gizi pangan yang dikonsumsi oleh anak-anak.
Peran serta orang-orang terdekat, seperti ibu dan anggota keluarga lainnya, masyarakat sekolah, produsen pangan, elemen masyarakat lainnya, hingga Pemerintah harus diperkuat untuk mencapai tujuan tersebut.

Mencermati status gizi anak Indonesia, hal ini menghadirkan dilema tersendiri akan dua potret kesehatan anak: malnutrisi dan di saat yang bersamaan kelebihan gizi yang menyebabkan obesitas.

Mewaspadai Tumor Pada Anak

Submitted by fery on Wed, 02/08/2012 - 12:00

Karena keberadaannya sulit dideteksi, orang tua wajib mewaspadai gejalanya. Tumor jenis apa yang bisa diderita anak dan cara-cara apa yang digunakan untuk mengobatinya?

Dalam istilah kedokteran, tumor berarti pembengkakan atau benjolan. Ia bisa bersifat jinak, juga ganas, tergantung dari gambaran sifat sel-selnya di bawah mikroskop. Dari situ bisa dipastikan, jenis serta pertumbuhan tumor. Tak hanya itu. Dari sifat biologisnya juga bisa dilihat mengenai pembesaran, penyebaran, dan gangguan tumor.

"Adanya benjolan atau massa tumor pada seorang anak, harus selalu dipikirkan kemungkinan adanya penyakit keganasan yang dikenal sebagai kanker," jelas dr. Endang Windiastuti, MD, MM (Paed), dari Sub Bagian Hematologi-Onkologi RSUPN Cipto Mangunkusumo, Jakarta.

Outbound, Tema Alternatif Metode Belajar

Submitted by fery on Wed, 02/08/2012 - 11:57

Akhir-akhir ini, kegiatan di alam terbuka atau yang sering dikenal dengan istilah outbound banyak diminati berbagai kalangan. Baik oleh karyawan di perusahaan, LSM, maupun sekolah-sekolah. Tidak hanya di sekolah menengah, bahkan anak-anak usia TK pun sudah diajak melakukan aktivitas semacam ini.

Desain aktivitasnya divariasikan sedemikian rupa sehingga seluruh aspek pembelajaran tercakup, meliputi permainan ice breaking, permainan kompetisi antar kelompok, pengembangan motorik anak secara individual, pengenalan unsur alam sekitar dan lain-lain.

Kesemuanya dikemas dalam suasana yang fun khas anak-anak. Aktivitas semacam ini merupakan pengembangan seluruh potensi kecerdasan anak yang disebutkan dalam multiple intelligence (kecerdasan jamak).

Waspada, Game Elektronik Ancam Anak

Submitted by fery on Thu, 02/02/2012 - 09:52

​Remaja dan anak-anak berisiko mengalami masalah kesehatan, seperti cedera persendian (Repetitive Strain Injuries/RSI) dan nyeri leher akibat seringnya bermain game elektonik.

Menurut ahli tulang, anak-anak yang selalu bermain game menggunakan teknologi terkini, seperti iPhone, iPad dan gadget lainnya, mengeluhkan rasa sakit di ibu jari, pergelangan tangan dan siku, leher terasa kaku, sakit kepala dan nyeri bahu. Kondisi seperti ini biasa dialami para pekerja yang bekerja menggunakan komputer.

Juru bicara asosiasi ahli tulang Australia, Dr Kerein Earney mengatakan anak berisiko mengalami cedera permanen akibat menggunakan pc tablet secara berlebihan, smartphone, dan permainan dengan teknologi genggam.

Syndicate content
© 2008 Akar Prima Nusantara Drupal theme by Kiwi Themes.